Rabu, 27 Juni 2007

Ini Budi..............

ini budi
yang tengah mengeja
i n i b u d i
dengan semangat yang tergagap

ini budi
yang telah menyelesaikan berucap
i n i i b u b u d i
dengan beban yang kelu
oleh air mata

ini budi
yang berharap menuntaskan kata
i n i s e k o l a h b u d i
dan keringat di masa lalu
terobati dengan jiwa yang telah penuh cita-cita

ini budi
yang berpikir mampu menjelaskan huruf-huruf
i n i n e g a r a b u d i
dengan kebangggan dan semangat membumi
meratakan tangis dan tawa di setiap tanah-tanahnya

ini budi
yang lupa mengingat abjad
i n i b a n g s a b u d i


Cirebon, 28 Juni 2007

Sabtu, 23 Juni 2007

(puisi) Mengarak Rembulan

Mari kita mengarak bulan!
Mengembalikannya pada gelap
menggantungkannya diantara masa-masa yang terlewat
Hingga kembalilah sempurna.
Utuh seperti senyummu yang biasa kulihat.

Jangan lepaskan genggaman kita dari hangat sinarnya.
Karena jiwa kita telah melebur di terangnya.
Membagi bayangan di tubuh-tubuh yang dingin oleh cinta
beku oleh kesendirian.
Dan genaplah kecerian mereka.
Indah seperti wajahmu yang memerah.

Ingatlah sebenarnya ini hanya sebuah permainan
Berlari dan berputar
Yang menciptakan purnama dan sabit
Untuk keindahanmu di cahayanya
Dan keteduhanku di rindunya

Begitulah seharusnya kita.

Menjadi alam dan rasa secara bersamaan
Menjadi cinta dan keindahan secara wajar
Menjadi aku dan kamu

Mari kita pandangi rembulan.
Menghitung jarak antara kau dan ketiadaan

Cirebon, 18 juni 2007

Menikahlah (denganku)

Ini beberapa hadits tentang sebaiknya/seharusnya seorang lelaki segera menikah. Sebagian sudah saya dengar lengkap dengan penjelasan dan diskusi yang malu-malu. Dan sekarang nyanyian tentang hadits-hadits makin berteriak kencang ditelinga saya.
Ya Allah kau maha pemberi, penggenggam segala takdir. Tunjukanlah apa yang terbaik bagi saya, rizki, jodoh dan keluarga yang mampu membimbing pada kebaikan dan arah iman yang sempurna. Aamiin.


1. “Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk kawin, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim)

2. “Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang” (HR. Abu Ya¡¦la dan Thabrani)

3. “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari)

4. “Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain” (HR. Abdurrazak dan Baihaqi)

5. “Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat” (HR. Ibnu Majah,dhaif)

6. “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Jumat, 22 Juni 2007

Shakespeare In Blog

What's in a name.... itu ucapan yang sering orang lontarkan ketika ingin mengatakan 'apalah artinya sebuah nama'

Tapi dari mulut Shakespear akan terdengar seperti 'ada sesuatu dibalik nama'. Saya tidak tahu siapa yang lebih tepat diterjemahkan dalam pola pikir
kita. Bingung, kan? Saya samabingungnya dengan anda ketika sadar bahwa
saya memiliki bermacam panggilan. Tanpa ada tendensi tertentu, saya biasa dipanggil dengan nama Asep, Nur, Rom, Dhani.... saya sampai tidak tahu mana panggilan saya yang paling tepat.

Nama saya sendiri sesuai pemberian ayah dan akte kelahiran saya adalah 'Nur Ramdhani Safrudin'. Nah kecuali 'Asep', anda sudah mulai bisa menebak-nebak dari mana datangnya nama-nama panggilan tersebut. Nama itu sebenarnya bukan nama yg langsung diberikan ayah ketika saya lahir, karena pada saat itu ayah tengah sakit parah..., menurut cerita ibu justru kakek sayalah yang memberikan nama pertama kali dengan nama 'Nur Ramdhani Sobarudin'... kemudian beberapa minggu setelah ayah sembuh 'Sobarudin' pun digusur dengan nama 'Safrudin', yang kemudian dipatenkan dalam akte setahun kemudian. Dan ketika orang lain bertanya apa sih arti dari nama saya itu. Dengan mengernyitkan sedikit dahi saya akan mengatakan 'mmm ....cahaya bulan ramadhan.... kali ya?...atau eeeeuh...'

Kemudian saya teringat dengan pada ucapan Shakespear itu...'apalah artinya sebuah nama?' saya selanjutnya akan merasa tentram, coz nama saya memang fine fine aja...' walaupun itu agak bertentangan dengan satu dasar pengetahun yang diungkapkan Ferdinand de Sausure bapak linguistik dunia. Katanya makna itu diwakili oleh satu atau lebih nama...artinya nama saya harus bermakna sesuatu... dan mungkin 'cahaya bulan ramadhan' itu maknanya dan kalau saya bisa memliki banyak nama maka saya bisa berganti nama menjadi Ray of Ramadhan atau Rayon de Ramadhan atau Straal van Ramadhan.... welehhhh! tambah pusing!....

Terus dari mana datangnya panggilan 'Asep' itu... saya berasumsi itu kata yang terpotong dari satu kata yang komplit yaitu 'Kasep' yang dalam bahasa Indonesia berarti 'tampan'.... he he... dan saya tidak meragukan itu... Nama itu biasa saya dengar di lingkungan keluarga saya..., tetangga..., kerabat dekat, dan teman-teman SD saya.

Masuk SMP nyaris tidak ada lagi yang memanggil dengan nama itu... kerena teman-teman saya akan memanggil saya dengan nama 'Nur' atau 'Rom'. Sesuatu yang sangat asing bahkan ditelinga saya..., dan saya sendiri sepertinya pasrah dengan nama 'entah berantah itu' sampai selesai SMA.

Saat masuk kuliah saya mulai memberanikan diri untuk memaksa orang-orang memanggil saya dengan panggilan yang saya kehendaki. Dan muncullah nama 'Dhani', saya sama sekali tidak mendompleng nama besar Ahmad Dhani atau Dhani-dhani yang lain yang sudah cukup tenar pada saat itu. Dan dimulailah hidup baru saya dengan nama Dhani. Satu tonggak bahwa saya mulai bisa mewujudkan keinginan saya sendiri...

Jadi What's in a name? Pasti ada sesuatu di dalamnya

Kamis, 21 Juni 2007

Rumah

Anda pernah melihat iklan bahan bangunan di televisi kita tentang sebuah rumah yang menjadi saksi keberhasilan sebuah keluarga sampai beralih generasi? Betapa bahagianya keluarga itu, seakan kesempurnaan hidup telah benar-benar diraih. Dan sebuah bangunan rumah disimbolkan sebagai hal yang penting dalam proses itu. Semuanya berawal dari rumah dan kembali ke rumah.
Apakah anda sudah memiliki rumah seperti itu?
Menjadi tempat kebahagian bermula dan berakhir. Mengisi kedalaman makna kata 'pulang' ketika kita telah jauh melangkah, telah lama bergelut dalam panas dan hujan, telah lelah berharap, mencari dan berharap. Jauh lebih berarti dari sekedar sebuah tempat pelindung, beristirahat dan bercengkrama sesama. Jauh lebih bermakna dari sebuah bangunan fisik yang anggun dan kokoh.
Rumah bagi saya tidak harus berbentuk bangunan. Bahkan tidak perlu nyata. Rumah bisa saya ditemukan di kenangan, di kebebasan berpikir, di wajah-wajah yang tulus, atau di dalam hati seseorang.

Dan meski sudah sangat rindu ingin pulang...... saya belum juga menemukan itu

Rabu, 20 Juni 2007

Mari Berteduh

.....Jika hujan menjadi terlalu deras
matahari menjadi terlalu panas..........
........langkah menjadi terlau berat
dan hati menjadi terlalu gulana..........

...............berteduhlah............