(puisi) Mengarak Rembulan
Mari kita mengarak bulan!
Mengembalikannya pada gelap
menggantungkannya diantara masa-masa yang terlewat
Hingga kembalilah sempurna.
Utuh seperti senyummu yang biasa kulihat.
Jangan lepaskan genggaman kita dari hangat sinarnya.
Karena jiwa kita telah melebur di terangnya.
Membagi bayangan di tubuh-tubuh yang dingin oleh cinta
beku oleh kesendirian.
Dan genaplah kecerian mereka.
Indah seperti wajahmu yang memerah.
Ingatlah sebenarnya ini hanya sebuah permainan
Berlari dan berputar
Yang menciptakan purnama dan sabit
Untuk keindahanmu di cahayanya
Dan keteduhanku di rindunya
Begitulah seharusnya kita.
Menjadi alam dan rasa secara bersamaan
Menjadi cinta dan keindahan secara wajar
Menjadi aku dan kamu
Mari kita pandangi rembulan.
Menghitung jarak antara kau dan ketiadaan
Cirebon, 18 juni 2007

1 komentar:
wahhh....so touching...masuk tepat ke hati...hehehe...bagus yah puisinya...gmn si caranya mau bikin puisi yg bagus:(
Posting Komentar