Kamis, 21 Juni 2007

Rumah

Anda pernah melihat iklan bahan bangunan di televisi kita tentang sebuah rumah yang menjadi saksi keberhasilan sebuah keluarga sampai beralih generasi? Betapa bahagianya keluarga itu, seakan kesempurnaan hidup telah benar-benar diraih. Dan sebuah bangunan rumah disimbolkan sebagai hal yang penting dalam proses itu. Semuanya berawal dari rumah dan kembali ke rumah.
Apakah anda sudah memiliki rumah seperti itu?
Menjadi tempat kebahagian bermula dan berakhir. Mengisi kedalaman makna kata 'pulang' ketika kita telah jauh melangkah, telah lama bergelut dalam panas dan hujan, telah lelah berharap, mencari dan berharap. Jauh lebih berarti dari sekedar sebuah tempat pelindung, beristirahat dan bercengkrama sesama. Jauh lebih bermakna dari sebuah bangunan fisik yang anggun dan kokoh.
Rumah bagi saya tidak harus berbentuk bangunan. Bahkan tidak perlu nyata. Rumah bisa saya ditemukan di kenangan, di kebebasan berpikir, di wajah-wajah yang tulus, atau di dalam hati seseorang.

Dan meski sudah sangat rindu ingin pulang...... saya belum juga menemukan itu